Pesona Alam yang Tiada Dua : Daimonzaka

Jepang dipenuhi dengan tempat-tempat yang luar biasa indah. Tiap prefektur mempunyai tempat indahnya masing-masing, begitu pula dengan Prefektur Wakayama yang mempunyai tempat yang sangat pas untuk para pengunjung yang ingin berjalan dengan waktu yang sangat lama. Tempat ini adalah tempat yang telah terdaftar sebagai salah satu dari Situs Warisan Dunia pada tahun 2004 dan tidak hanya memiliki satu rute saja; tapi tujuh rute- tidak ada urutan tertentu untuk menikmatinya. Namanya adalah Kumano Kodo.

Kumano Kodo adalah jalur ziarah yang dikembangkan sebagai cara untuk peziarah bergerak diantara area suci di Semenanjung Kii. Jalur ini menghubungkan 3 kuil terkenal di Kumano yaitu Kumano Sanzan, menghubungkan Kumano dengan Kyoto, Koyasan, dan Ise. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Kumano Kodo memiliki tujuh rute, 5 rute untuk peziarah dan 2 rute yang dikhususkan untuk praktik pertapaan sekte Shugendo. Nama dari rute-rute tersebut adalah Nakahechi, Ohechi, Kohechi, Iseji, Choishi-michi, serta Yoshino dan Omine. Dari 5 rute yang dapat dipakai oleh para peziarah, rute Nakahechi atau biasa disebut Rute Kekaisaran, adalah rute yang paling banyak dipilih. Selain 7 rute ini, ada satu rute khusus, yaitu rute modern, Kiiji.

Lambang dari Kumano Kodo sendiri adalah gagak berkaki tiga, Yata-garasu. Konon, ketika Kaisar pertama Jepang berjalan melalui Kumano, beliau tersesat karena sangat banyaknya cabang jalan. Memang, jalur di Kumano Kodo dibuat sedemikian rupa sehingga para peziarah dapat merasakan pengalaman religius ketika melaluinya, yaitu melalui jalan yang kebanyakan sulit bahkan berbahaya untuk ditempuh karena berada pada medan gunung. Pada saat itu, Yata-Garasu datang dan menolong sang Kaisar menuju tempat yang dituju.

Walaupun ada sangat banyak tempat yang dapat ditempuh dengan Kumano Kodo, artikel kali ini hanya akan membahas tiga dari banyak tempat yang dapat didatangi dengan jalan ini. Yang pertama adalah Daimon-zaka. Pada dasarnya, Daimon-zaka adalah bagian dari Kumano Kodo, berbentuk tangga batu yang besar sepanjang 600 meter dengan jumlah 267 tangga. Jalan ini telah lama digunakan oleh para masyarakat, yaitu sejak periode Heian. Kondisi alam yang dirawat dengan baik membuat para pengunjung dapat menikmati pohon-pohon besar nan tua dan sesekali mendengar suara nyanyian burung selagi berjalan tangga per tangga. Bila pengunjung ingin, mereka juga dapat menyewa pakaian yang digunakan pada periode Heian di Daimon-zaka Chaya.

Dikelola oleh Miyamoto Teruo, Daimon-zaka Chaya menyewakan berbagai pakaian untuk wanita, pria serta anak-anak dengan harga yang ditentukan sesuai penggunaan. Bila penyewa hanya ingin berjalan-jalan di sekitar Daimon-zaka dan mengambil foto mereka yang menggunakan pakaian pada jaman Heian tersebut, maka penyewa dapat mengambil paket model dengan harga 2.000 yen per jamnya. Sedangkan, bila penyewa ingin berjalan-jalan di sekitar kumano kodo Daimon-zaka, mengunjungi Kumano-Nachi-Taisha, Aokishi Toji dan kuil Hiryu, maka penyewa dapat mengambil paket pengalaman dengan harga 3.000 yen per dua jamnya. Cara memakai dan mencopotnya pun mudah karena sudah dimodofikasi sedemikian rupa sehingga dapat dipakai dalam waktu 5 menit.

Berikutnya adalah Kumano-Nachi-Taisha yang dapat dikunjungi dengan menggunakan pakaian dari jaman Heian yang sudah disebutkan sebelumnya. Tempat ini adalah Kuil Shinto yang menyembah Nachi-no-Otaki. Kuil ini juga adalah bagian dari Kumano Sanzan –3 kuil besar di Kumano– selain Kumano-Hayatama-Taisha dan Kumano-Honguu-Taisha. Ketika memasuki kuil ini, pengunjung langsung disambut dengan pohon konifer tua berumur 850 tahun yang dapat dimasuki karena adanya altar. Dikatakan, pohon yang sudah dikelilingi oleh shimenawa (tali untuk ritual pemurnian) dan dikuduskan sebagai kami ini ditanam oleh Taira-no-Shigemori (1137-1179) dan kita dapat mendengar suara degupan jantungnya yang sudah hampir satu millennium tersebut. Pengunjung dapat mengunjungi kuil ini dari pukul 6:00 sampai dengan pukul 16:30.

Yang terakhir adalah Nachi-no-Otaki, yaitu air terjun Nachi yang disembah dalam Kumano-Nachi-Taisha. Nachi-no-Otaki adalah air terjun dengan titik terjun paling tinggi dengan angka 133 meter. Karena keindahannya, Nachi-no-Otaki menjadi tempat yang selalu ramai pengunjung yang menginginkan tenaga alami yang dikatakan dapat memberi kekuatan penyembuhan dan memperpanjang umur. Nachi-no-Otaki sendiri sudah dipelihara dari jaman dahulu kala dan digunakan sebagai tempat latihan bagi para biksu gunung. Nachi-no-Otaki dipercaya dihuni oleh kami bernama Hiryuu Gongen dan dapat dirasakan keberadaannya berkat suara air terjun yang jatuh dan menyentuh batu-batu yang berada dibawahnya, dalam kata lain melalui manifestasi kekuatan alam.

Posting Komentar

0 Komentar